Senin, 18 Februari 2013

Teori Organisasi



Seperti halnya teori yang lain, pemahaman teori organisasi diawali dari kata “organisasi” itu sendiri. Organisasi diambil dari kata “organon” (Yunani) yang berarti alat, yang bisa kita terjemahkan sebagai sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. 
Jadi ada dua hal yang penting di sini yang harus ada dan dipahami secara gamblang:
  1. “sekumpulan orang”
Artinya organisasi terdiri minimal atas dua orang yang punya interaksi satu sama lain
  1. “tujuan” (yang sama)
Interaksi tersebut terbentuk karena memiliki visi / misi / kegiatan lain yang baik secara terstruktur atau tidak untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran
Di samping dua hal wajib tersebut sebenarnya masih ada “Culture” dan “Environment”, dan mungkin di uraian di bawah akan ada lagi komponen-komponen lain yang muncul bila organisasi dipandang dari sudut yang berbeda dan yang lebih detail.
Organisasi sebagai sebuah teori dapat dipelajari dari berbagai ilmu
  1. Sosiologi (ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat)
  2. Ekonomi (ilmu yang mempelajari sifat manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang/jasa)
  3. Psikologi (ilmu yang mempelajari jiwa/mental terbatas pada manifestasi dan ekspresi jiwa/mental berupa proses, tingkah laku, atau kegiatan)
  4. Politik (ilmu yang mempelajari alokasi dan transfer kekuasaan dalam pembuatan keputusan, peran dan sistem pemerintahan termasuk pemerintah dan organisasi internasional, perilaku politik dan kebijakan publik)
  5. Manajemen (seni mengatur dan melaksanakan, belum ada definisi jelas)
dan kajian-kajian terhadapnya disebut sebagai studi organisasi, perilaku organisasi, atau analisa organisasi. Dua hal ini yang membentuk perspektif dalam teori organisasi bisa bermacam-macam.
Komponen dasar sebuah organisasi dilihat dari hasil studi organisasi adalah:
  1. Anggota
  2. Tujuan
  3. Kegiatan
  4. Komunikasi
  5. Lokasi
  6. Bentuk
  7. Perilaku dan Budaya

 
Kegiatan Dalam Teori Organisasi Klasik
Teori organisasi klasik oleh Fayol (1841-1925) mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas :
1. Technical ; kegiatan memproduksi produk dan mengoranisirnya.
2. Commercial ; kegiatan membeli bahan dan menjual produk.
3. Financial ; kegiatan pembelanjaan.
4. Security ; kegiatan menjaga keamanan.
5. Accountancy ; kegiatan akuntansi
6. Managerial ; melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri atas :
·         Planning ; kegiatan perencanaan
·         Organizing ; kegiatan mengorganiisasikaan
·         Coordinating ; kegiatan pengkoorrdinasiian
·         Commanding ; kegiatan pengarahann
·         Controlling ; kegiatan penngawasaan
·         Selain hal tersebut diatas, asas-asa umum manajemen menurut Fayol adalah :
·         Pembagian kerja
·         Asas wewenang dan tanggungjawab
·         Disiplin
·         Kesatuan perintah
·         Kesatuan arah
·         Asas kepentingan umum
·         Pemberian janji yang wajar
·         Pemusatan wewenang
·         Rantai berkala
·         Asas keteraturan
·         Asas keadilan
·         Kestabilan masa jabatan
·         Inisiatif
·         Asas kesatuan

 
Hubungan Antar Invididu
Dalam organisasi yang dilihat dari sudut pandang hubungan struktural, pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap bawahan, yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas kerja. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para pemimpin organisasi bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis karyawan agar produktifitasnya bisa lebih tinggi.

 
Bentuk Organisasi
  1. Organisasi Struktural
Pada umumnya adalah sebuah organisasi formal yang memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang mengatur operasionalitas dan hubungan antar lembaga dan manusia dalam organisasi tersebut. Contoh organisasi ini jelas, antara lain adalah perkumpulan / serikat / partai, perusahaan, pemerintahan (Negara sebagai sebuah organisasi besar sampai pada tingkat pemerintahan terendah misal Rukun Tangga / Lingkungan). Organisasi struktural merupakan bentuk organisasi dengan kompleksitas tertinggi karena di dalamnya muncul berbagai kepentingan / interest terutama di sisi ekonomi dan politik.

 
  1. Organisasi tanpa bentuk
Organisasi tanpa bentuk pada umumnya diawali dari sekumpulan individu yang memiliki kebiasaan dan kebutuhan yang sama dan tidak memerlukan sebuah anggaran dasar untuk melandasi perilaku dan hubungan antar manusia dalam kesehariannya. Contoh paling sederhana adalah keluarga. Di masa teknologi virtual sekarang ini juga muncul fenomena OTB virtual juga contoh adalah sebuah group milis, virtual society, dan lain-lain, di mana keanggotaan, lokasi, dan hubungannya juga virtual walaupun memiliki kesamaan tujuan atas dasar minat atau kebutuhan. Kondisi ini semakin meng-absurd-kan dasar organisasi yaitu keanggotan, lokasi, dan hubungan, dan juga memperkaya bentuk organisasi itu sendiri.

 
  1. Organisasi majemuk
Organisasi majemuk memiliki keunikan di ketidakkonsistenan antara anggaran dasar dan dengan hubungan antar individunya. Organisasi seperti ini (umumnya) memiliki anggaran dasar yang jelas, tetapi hubungan antar individunya lebih didasarkan sebagai hubungan sosial yang setara dan tidak bersifat fungsional. Fenomenanya adalah bukan pada ketidaktaatan individu untuk menerapkan anggaran dasar, tetapi umumnya berawal dari pada saat organisasi itu terbentuk yang lebih menerapkan hubungan sosial kekeluargaan antar individunya yang kemudian semakin menjadi semakin kompleks karena skala keanggotaan dan pembagian fungsi kerja antar individunya, juga karena organisasi tersebut mulai memerlukan hubungan dengan lingkungannya yang menuntut organisasi tersebut berbentuk secara struktural. Contohnya bisa jadi kelompok agama / sekterial dan lembaga sosial.

 
Budaya Organisasi
Perilaku dan Budaya (perilaku yang dilakukan secara konsisten dan sudah menjadi way of life) menampakkan kepribadian dari organisasi tersebut. Sebuah organisasi tanpa disadari memiliki budaya organisasi. Dalam organisasi formal, budaya organisasi perlu didefinisikan dari nilai-nilai dominan yang muncul yang kemudian ditetapkan sehingga membantu keefektifan organisasi tersebut.
Budaya organisasi meliputi:
  1. Pola kepercayaan
  2. Simbol-simbol
  3. Ritual dan Mitos
  4. Nilai praktis
Untuk menemukan budaya organisasi, perlu dipahami dari berbagai sumber antara lain:
  1. Cerita : sejarah, ruang lingkup usaha/kegiatan, hubungan usaha, orang-orang penting, dsb
  2. Ritual : kegiatan-kegiatan yang secara rutin / sering dilakukan misal pemilihan ketua, pemberian hadiah, dll
  3. Simbol material : benda atau perangkat yang sering digunakan
Budaya organisasi pada akhirnya akan menunjukkan identitas organisasi tersebut baik untuk dikenali secara internal maupun eksternal.

Pengertian, Definisi dan Arti Organisasi - Organisasi Formal dan Informal



1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Pengertian organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian Pengorganisasian.
Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
UNSUR – UNSUR ORGANISASI
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut :
Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
Ada tujuan tertentu
1. Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama
Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.
2. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang
Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.
3. Jelas tugas kedudukannya masing-masing
Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.
4. Ada tujuan tertentu
Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik. Selain itu dengan cara mengorganisasi secara baik akan mendapat keuntungan antara lain sebagai berikut :
- Pelaksanaan tugas pekerjaan mempunyai kemungkinan dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif
Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
- Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.
- Harus ada orang-orang yang bekerja sama.
- Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.
- Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.

PENGANTAR MANAJEMEN



Konsep Manajemen
Pengertian manajemen menurut James AF.Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Manajemen didefinisikan sebagai proses karena semua manajer, tanpa mempedulikan kecakapan atau ketrampilan khusus mereka, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentuyang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan. Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. (Definisi lain mungkin mencakup daftar kegiatan lain yang lebih banyak).
Banyak pendapat mengenai fungsi manajemen, diantaranya sebagai berikut :
1. Henry Fayol, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling.
2. George R. Terry, fungsi manajemen adalah planning, organizing, actuating, dan controlling.
3. Luther Gulllich, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, dan controlling.
4. Ernest Dale, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, innovating, representing, dan controlling.
5. Koonts & O’donnol, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, staffing, directing, controlling.
6. Oey Liang Lee, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, directing, coordinating, controlling.
7. James Staner, fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading, dan controlling.
Dalam pembahasan ini akan diperinci lima fungsi yang paling penting yaitu planning, organizing, staffing, leading, dan controlling kegiatan-kegiatan organisasi.
1. Perencanaan ( Planning )
Pemilihan dan penentuan tujuan organisasi, dan penyusunan strategi, kebijaksanaan, program, dan lain-lain.
2. Pengorganisasian ( Organizing )
Penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan, menyusun organisasi atau kelompok kerja, penugasan wewenang dan tanggungjawab serta koordinasi.
3. Penyusunan Personalia ( Staffing )
Seleksi, latihan, pengembangan, penempatan, dan orientasi karyawan.
4. Pengarahan ( Leading )
Motivasi, komunikasi kepemimpinan untuk mengarahkan karyawan mengerjakan sesuatu yang ditugaskan padanya.
5. Pengawasan ( Controlling )
Penetapan standar, pengukuran pelaksanaan, dan pengambilan tindakan korektif.
Fungsi pengawasan mencakup empat unsur :
a. Penetapan standard pelaksanaan,
b. Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan,
c. Pengukuran pelaksaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan, dan
d. Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar.
Perkembangan Teori Manajemen
1. Teori Manajemen Klasik
Teori ini memandang bahwa segala sesuatu dalam aktivitas organisasi dan manajemen didapatkan atas target yang secara kuantitas dapat diukur yang meliputi :
a. Target waktu
b. Target output / hasil
c. Target biaya, dan
d. Target lain yang secara rasional dapat teridentifikasi dan terukur.
Maka teori ini menekankan adanya standard baku bagi setiap aktivitas manajemen, yang meliputi :
a. Standard waktu
b. Standard output
c. Standard biaya, dan
d. Standard sistem dan prosedur
Untuk mencapai target dan standard baku, diperlukan pengujian terlebih dahulu agar aktivitas manajemen dapat memenuhi kedua hal tersebut. Pengujian tersebut antara lain melalui :
- Studi gerak dan waktu
- Pengawasan fungsional ( functional foremanship )
- Sistem upah per-potong diferensial
- Prinsip pengecualian
- Kartu instruksi
- Pembelian dengan spesifikasi
- Standardisasi pekerjaan, peralatan serta tenaga kerja.
Studi gerak dan waktu bertujuan agar aktivitas manajemen ini dapat bergerak efisien dan efektif. Apabila dalam implementasi hasil studi gerak dan waktu tidak menghasilkan sesuai denganyang direncanakan maka perlu diadakan studi gerak dan waktu yang lebih baik.
Jika diulang berulang-ulang tetap saja hasilnya tidak dapat memenuhi target yang ditetapkan maka anggota manajemen perlu ada tambahan bonus / intensive finansial, agar karyawan dapat bekerja lebih baik.
Manfaat yang didapat dari teori ini adalah :
- pekerja akan mengerjakan pekerjaan secara spesifik dan rutin. Sehingga menumbuhkan ketrampilan dan kinerja tinggi,
- dan juga manfaat dari perkembangan teknik-teknik riset operasi, simulasi, otomatisasi dan sebagainya dalam memecahkan masalah-masalah manajemen.
Kelemahan dari pandangan ini adalah :
- pekerja akan bosan terhadap pekerjaan yang brulang dan merasa terasing.
Teori ini hasil dari pengalaman empirik dari seorang pabrik elektronik bernama Frederick W. Taylor (1856 – 1915 ). Teori ini bermula dari pengalamannya mengamati dan meneliti antara waktu dan gerak yang diperlukan untuk memperoleh kinerja tertentu.
2. Teori Manajemen Neoklasik
Teori ini mengungkapkan bahwa model yang ditawarkan F.W. Taylor kurang manusiawi karena manusia dianggap sebagai factor produksi belaka sebagaimana peralatan atau mesin. Meski ada manfaat yaitu terbentuknya anatomi organisasi yaitu pada bagan struktur organisasi.
Atas dasar kritik ini Elton Mayo dan asisten risetnya Fritz J. Roethlisberger serta William J. Dickson mengadakan suatu studi tentang perilaku manusia dalam bermacam situasi kerjayang sangat terkenal di pabrik Howthorne milik perusahaan Western Electric dari tahun 1927 sampai 1932. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara suasana kerja dengan produktivitas.
Mereka telah membagi karyawan menjadi dua kelompok penelitian. Kelompok pertama dibiarkan tinggal di pabrik, sedangkan kelompok kedua diletakkan di ruanganlain.
Kelompok pertama dicoba untuk diubah penerangan / pencahayaannya dari redup ke terang dan sebaliknya. Hipotesis dari kelompok pertama adalah berubahnya cahaya akan mempengaruhi produktifitas kerja.
Kelompok kedua tidak dilakukan perubahan pencahayaan. Hipotesis dari kelompok kedua ini adalah adanya perubahan produktifitas yang disebabkan oleh berubahnya suasana kerja yang dilihat dari berubahnya cahaya.
Ternyata hasil penelitiannya ini gagal karena hipotesis masing-masing kelompok tidak terbukti. Namun penelitian ini justru mengungkap model pandanganyang baru, yakni untuk mencapai produktifitas kerja. Tidak hanya bias didekati dengan model studi gerak dan waktu namun dapat didekati melalui keeratan hubungan antar pekerja, karena hasil penelitian menunjukkan : bagi kelompokyang tidak terambil merasa di nomor duakan di pabrik. Sehingga mereka memacu aktifitas mereka agar tidak kalah dengan kelompok yang diambil. Perasaan inilah yang dapat menumbuhkan produktifitas. Teori demikian yang dikemukakan Elton Mayo dan disebut sebagai Pandangan Kemanusiaan (Human Movement).

Teori klasik dan neoklasik diatas disebut pandangan close system. Maksudnya tumbuh dan berkembangnya manajemen didasarkan atas kemampuan internal organisasi. Dan kemampuan internal organisasilahyang mempengaruhi organisasi lain.
3. Teori Manajemen Modern
Teori ini memandang organisasi sebagai suatu kesatuan, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Teori ini memberi manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian / subsistemdari lingkungan eksternal yang lebih luas.
Karena organisasi merupakan subsistem, sehingga tumbuh dan berkembangnya organisasi tergantung seberapa jauh organisasi dapat tumbuh dan mempengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan. Sehingga jatuh bangunnya organisasi tergantung seberapa jauh organisasi dapat beradaptasi dengan lingkungan.
Teori manajemen modern cenderung memandang organisasi sebagai system terbuka, dengan dasar analisa konsepsional, dan didasarkan pada data empirik, serta sifatnya sintesis dan integrative. System terbuka pada hakekatnya merupakanproses transformasi masukan yang menghasilkan keluaran. Transformasi terdiri dari aliran informasi dan sumber-sumber daya.

Meskipun ada beberapa model pandangan ( close system dan open system ), bukan berarti bahwa pandangan yang lama ditinggalkan karena ada pandangan baru lebih baik. Tetapi pada saat pandangan modern diberlakukan, pandangan klasik dan neoklasik juga diberlakukan.
4. Teori Manajemen Kesemestaan
Teori ini lebih luas dari teori sebelumnya. Teori ini memandang bahwa lingkungan organisasi tidak hanya lingkungan berupa lembaga atau organisasi lain, melainkan bermakna lebih luas yaitu termasuk lingkungan semesta. Dengan demikian tumbuh dan berkembangnya manajemen tergantung seberapa jauh manajemen dapat berinteraksi secara seimbang dengan segmen lingkungan di luarnya.
Teori ini memiliki pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
1. Aktifitas manajemen yang tepat guna
- Tepat : manajemen dapat menempatkan dirinya di tengah lingkungannnya. Dan beradaptasi dengan baik dan sesuai dengan karakter system lingkungan.
- Guna : keberadaan manajemen atau organisasi dapat bermanfaat baik bagi organisasi maupun lingkungan.
2. Keperpihakan pada strata bawah
3. Pemberian hak secara professional baik bagi para pelaku manajemen internal maupun lingkungannya
4. Semua aktifitas manajemen didasarkan atas komitmen untuk bekerja lebih baik, seimbang, dan sehat. Baik sehat bagi anggota organisasi yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan organisasi dan manajemen.
Ada dua sisi pendekatan dalam teori manajemen kesemestaan, yaitu :
a. Sisi makro, dan
b. Sisi mikro.
a. Sisi Makro
Sebagaimana istilah yang dipakai yaitu “kesemestaan”, artinya manusia dan organisasi merupakan satu kesatuan bagian dari semesta sehingga keseimbangan atau rusaknya semesta tergantung dari manusia dan organisasinya.
Tugas manusia dan organisasinya pada dasarnya untuk menumbuhkembangkan, memakmurkan, dan mendayamanfaatkan secara tepat bagi kelangsungan hidup bersama, yaitu bagi manusia dan orgasisanya sekaligus semesta.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada semesta banyak disebabkan oleh ketidakteraturnya proses manajemen yang diorganisir oleh manusia. Seperti banyaknya gejolak alam, gejolak sosial, gejolak politik, gejolak budaya, dan berbagai bentuk gejolak lain.
Seringkali pandangan sekulerisme menganggap bahwa semesta dan seisinya semata-mata diperuntukkan pada manusia. Sehingga banyak masalah terjadi adanya eksploitasi, baik pada sumber daya alam maupun sesama manusia. Seperti banyak kasus penjajahan secara fisik maupun intelektual. Pandangan sekuler baru ada sedikit kesadaran untuk menumbuhkembangkan secara seimbang antara manusia semesta, apabila nyata telah terjadi gejolak dihadapan mereka.
Pandangan manajemen berbasis semesta ini mensyaratkan adanya sebuah keseimbangan dan tumbuhberkembangnya semua pihak secara wajar. Dan memunculkan kesadaran berjangka panjang.
b. Sisi Mikro
Pandangan ini terkait dengan tumbuh berkembangnya sisi manusia dalam berorganisasi. Sosok manusia merupakan sosok yang tumbuh dan berkembangnya saling memberikan manfaat, baik secara spiritual maupun intelektual, baik secara rohani maupun jasmani. Yang keduanya berperan penting dalam menumbuhkembangkan manajemen dan organisasi.
Pada pandangan sekuler, manusia hanyalah dianggap sebagai salah satu faktor produksi belaka. Sehingga keberadaannya dapat ‘disamakan’ dengan factor produksi lain, seperti mesin, modal, dan fasilitas organisasi lain.
Sedangkan pada pandangan kesemestaan ( bahwa pandangan ini sebenarnya ingin menyelaraskan pandangan manusia dengan pandangan Pencipta ), yang mengutamakan manusia sebagai faktor penentu dari sebuah organisasi, dimana proses kerja manusia didasarkan atas proses yang dilangsungkan pada manusia dari penciptanya.
Secara spesifik ada beberapa unsur daya potensi manusia yang dapat ditumbuhkembangkan. Faktor / unsur tersebut yaitu :
1. Unsur rasa ( feeling )
2. Unsur hati ( deep feeling )
3. Unsur akal ( frame thinking )
4. Unsur keinginan diri (motive, desire, motivation )
Keempat unsur daya potensi ini merupakan daya gerak dan daya dorong bagi aktivitas manusia. Sehingga arah dari aktivitas manusia untuk menggerakkan manajemen tergantung dari seberapa jauh manajemen dapat mendorong atau mengarahkan keempat unsur daya potensi.
Ketidak berfungsinya unsur daya potensi ini mengakibatkan gejolak dalam diri manusia yang bersangkutan. Sehingga dalam setiap arah dari sisi pengambil keputusan itu sendiri tak pernah tepat, sehingga berujung pada konflik manajemen seperti perselisihan ketenagakerjaan, ketidak puasan kerja, stress, mogok kerja, tingginya kecelakaan kerja, tingginya konflik antara manajemen dan karyawan, dan sebagainya.

Prinsip dasar dari teori kesemestaan ini adalah keseimbangan. Maksudnya proses aktivitas manajemen dilandaskan pada pemenuhan hak dari seluruh anggota manajemen atas dasar modal atau beban yang diberikan ( equity teori ), baik dalam organisasi bersangkutan maupun dibandingkan dengan organisasi diluar organisasi yang bersangkutan.
Meskipun imbalan yang diberikan atas dasar beban kerja, namun faktor senioritas dipakai atas dasar pertimbangan. Teori menghendaki keselarasan antar kelompok manajemen, pekerja, maupun pemilik perusahaan / organisasi.
Seringkali keseimbangan digambarkan sebagaimana seimbangnya anggota tubuh manusia yang terlihat memiliki aturan yang rapi, teratur, saling membantu, dan tanpa konflik.

Ada beberapa metode rekruitmen yang seringkali dipakai untuk menentukan imbalan pada para pekerja. Metode tersebut, yaitu :
1. Merid system
Yaitu metode yang didasarkan atas prestasi. Hanya yang memiliki kecakapan dan kemampuan sajalah yang diterima seleksi dalam hal ini yang menerima imbalan.
2. Nepotism
Yaitu metode dalam rekruitmen atau juga bias dipakai untuk memberikan imbalan karena factor segolongan atau memiliki hubungan lain yang disetarakan dengan itu.
3. Spoil system
Yaitu metode rekruitmen yang didasarkan atas faktor keluarga atau kekerabatan atau disetarakan dengan hal tersebut.

LINGKUNGAN BUDAYA DAN ORGANISASI
Konsep Budaya dan Organisasi ( Corporate Culture )
Biasa diberikan pengertian yang menyangkut norma yang dianut oleh seluruh anggota organisasi dari atasan hingga anggota organisasi yang paling bawah. Pembentuk kebudayaan bisa dari pemilik organisasi, manajemen, anggota, serta visi dan misi manajemen.
Lingkungan Eksternal
Yaitu semua segmen lingkungan organisasi yang memiliki potensi untuk mempengaruhi organisasi / perusahaan, yang terdiri dari :
1. Lingkungan organisasi
2. Suplier / bahan baku
3. Market / pasar
4. Teknologi
5. Perekonomian
6. Lembaga keuangan
7. Hukum
8. Masyarakat
Ada tiga jenis lingkungan, yaitu :
1. Lingkungan selalu berubah
Yaitu adanya kecepatan dan percepatan perubahan lingkungan yang secara umum mempengaruhi organisasi. Perubahan bersifat acak, sering berubah, dan banyak elemen yang mempengaruhi.
2. Lingkungan yang stabil
Yaitu lingkungan yang jumlah dan frekuensi perubahannya tidak menunjukkan angka atau perubahan besarannya mencolok.
3. Lingkungan yang dinamis
Yaitu lingkungan yang mempunyai potensi mempengaruhi organisasi, senantiasa berubah dengan frekuensi yang cepat. Sehingga perlu organisasi mengantisipasinya dengan cepat dan sesuai.

Dilihat dari kompleksitas lingkungan ,dibedakan menjadi tiga kompleksitas, yaitu :
1. Lingkungan komplek
Yaitu suatu lingkungan dengan bermacam-macam faktor lingkungan.
2. Lingkungan sederhana